Kita memiliki kewarganegaraan Indonesia, tinggal di Indonesia, melakukan berbagai jenis aktivitas di negara ini, dsb. Tanpa dipungkiri lagi kita merupakan bagian dari Indonesia. Indonesia adalah tanah air kita, dan sebagai mahasiswa ITB, kita harus cinta dengan tanah air kita. Kita sadar bahwa rasa cinta terhadap tanah air harus ditanamkan sekuat mungkin agar kita tidak kehilangan jati diri dan identitas diri kita sendiri. Sebuah bangsa akan musnah jika masyarakat yang berada di dalamnya tidak mencintai bangsanya sendiri. Sedangkan sebuah bangsa akan maju, kuat, dan kokoh jika masyarakat yang berada di dalamnya mencintai bangsanya sendiri. Perwujudan cinta tanah air dapat beragam jenisnya. Misalnya dari kebiasaan kita untuk membeli produk dari dalam negeri dan melakukan pengabdian masyarakat, yang sering dilakukan oleh mahasiswa sebagai bentuk rasa peduli terhadap masyarakat sekitar.
oleh:
Riesant Ahmadi
FTMD, 16913242
OSKM ITB2013
Sunday, August 25, 2013
Review "Cinta Tanah Air" by Jayen Aris Kriswantoro
“...CINTA itu tentang memberi, bukan
diberi...”
CINTA TANAH AIR!!!
Kita sebagai warga negara yang baik, kita selalu mencintai
tanah air, Indonesia. Sebagai wujud kecintaan kita terhadap bangsa yang indah
ini, kita bisa melakukan beberapa mulai dari kecil sampai yang besar
cakupannya. Yang terpenting, kita bisa memberikan bukti nyata kalo kita
benar-benar mencintai tanah air ini...
Antara lain:
Membuang sampah pada tempatnya
Menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekitar
Hemat listrik dan air
Membayar pajak sesuai yang telah ditentukan
Dal sebagainya.....
SEMANGAT PERUBAHAN NASIONAL!!!
Review Materi Visi Ketuhanan
mentor : Kang Aznan
Allah SWT itu ada, dan kita harus mengimaninya. Alasan mengapa kita diciptakan yaitu untuk beribadah kepada pencipta kita. Sebagai orang yang beragama kita diharapkan untuk memiliki sebuah visi atau cita-cita yang berdasarkan aspek-aspek ketuhanan dan kita semua harus berusaha untuk menggapainya dengan bersungguh-sungguh. Visi tersebut dapat juga dikatakan sebagai visi yang berdasarkan ketuhanan atau Visi Ketuhanan. Mahasiswa harus memiliki Visi Ketuhanan agar tidak kehilangan arah dan tidak lupa kepada Sang pencipta. Kita semua harus mendedikasikan seluruh hidup kita hanya untuk Allah SWT, karena Dia-lah yang membuat kita semua bias ada di dunia ini.
oleh:
Riesant Ahmadi
FTMD, 16913242
Allah SWT itu ada, dan kita harus mengimaninya. Alasan mengapa kita diciptakan yaitu untuk beribadah kepada pencipta kita. Sebagai orang yang beragama kita diharapkan untuk memiliki sebuah visi atau cita-cita yang berdasarkan aspek-aspek ketuhanan dan kita semua harus berusaha untuk menggapainya dengan bersungguh-sungguh. Visi tersebut dapat juga dikatakan sebagai visi yang berdasarkan ketuhanan atau Visi Ketuhanan. Mahasiswa harus memiliki Visi Ketuhanan agar tidak kehilangan arah dan tidak lupa kepada Sang pencipta. Kita semua harus mendedikasikan seluruh hidup kita hanya untuk Allah SWT, karena Dia-lah yang membuat kita semua bias ada di dunia ini.
oleh:
Riesant Ahmadi
FTMD, 16913242
Resume "Visi Ke-Tuhan-an" by Jayen Aris Kriswantoro
“...Tuhan merupakan sumber dari segala jenis sumber kehidupan di dunia...”
Kata-kata tersebut memang memilki arti sangat luas jika diartikan secara kritis. Mengapa? Jawabannya memang sudah sangatlah jelas, karena memang hanya Tuhanlah yang bisa memegang seluruh peristiwa yang terjadi di dunia ini.
Kita sebagai manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Mahakuasa, kita wajib memiliki tujuan hidup yang selalu berorientasi kepada jalan yang dianjurkan atau diperbolehkan oleh Tuhan. Hal tersebut memnag wajib dan fardhu ain untuk dilakukan oleh setiap individu yang hidup di dunia ini. Karena hal tersebut memang sangatlah urgent yang perlu mendapatkan perhatian secara intensif dari masing-masing individu. Segala yang hidup suatu saat pasti akan menemui suatu kematian dan harus meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya. Kemanakah perginya? Tentu jawabannya kembali kepada Sang Pencipta yakni Tuhan kita semua.
Visi hidupku pun juga tidak muluk-muluk. Menurut saya, visi hidup itu tak perlu suatu yang wah dan terlihat besar dihadapan orang lain. Hal lain yang paling penting dalam memilki visi adalah mudah direalisasikan, bermanfaat bagi lingkungan dan diri sendiri serta berorientasi pada perintah yang Mahakuasa, Tuhan.
Review Materi Urgensi Kemahasiswaan
Urgensi kemahasiswaan terdiri dari lima poin penting, yaitu:
1. Tridharma
Tridharma merupakan tiga hal yang menjadi dasar kemahasiswaan. Tiga dasar itu adalah: Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian.
2. PPoP
PPoP merupakan singkatan dari Posisi, Potensi, dan Peran. Mahasiswa memiliki posisi sebagai masyarakat yang terdidik, Memiliki potensi untuk kreatif, kritis, semangat, independen, idealis, multidisiplin ilmu, dan memiliki jaringan yang kuat, dan memiliki peran sebagai Agen of Change (agen perubahan), Guardian of Value (penjaga norma-norma), dan Iron Stock (pengganti generasi tua).
3. Arah Gerak Mahasiswa
Arah gerak mahasiswa memiliki dua dimensi, yaitu dimensi vertikal dan dimensi horizontal. Dimensi vertikal memiliki makna bahwa arah gerak mahasiswa berkiblat kepada pemerintah. Disamping dapat memberikan sesuatu kepada pemerintah, mahasiswa juga harus berani untuk mengkritisi dan mengoreksi berbagai kebijakan yang diberlakukan oleh pemerintah. Dimensi Horizontal bermakna bahwa arah gerak mahasiswa juga berkiblat masyarakat. Maksudnya adalah mahasiswa harus dapat memberi manfaat yang baik kepada masyarakat banyak.
4. Keluarga Mahasiswa (KM)
Keterangan:
Kongres memiliki kedudukan tertinggi dalam KM. Dibawah kongres terdapat kabinet, tim beasiswa, dan Majelis Wali Amanat Mahasiswa (MWA-M) dan Tim MWA. MWA-M, Tim MWA, dan Kabinet lebih terikat dengan Kongres dibandingkan dengan Tim Beasiswa, yang bertugas untuk mencari beasiswa. Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) merupakan perwakilan Kongres yang berada di setiap jurusan. HMJ dan Unit-unit yang tersebar di ITB berkoordinasi dengan kabinet sebagai wadah penampung di bidang minat dan keprofesian bagi seluruh mahasiswa ITB.
5. Budaya Mahasiswa
Budaya Mahasiswa ada sebelas, yaitu dekat dengan masyarakat, pandai memimpin, diskusi, suka menulis, peduli alam, inovasi, kewirausahaan, apresiasi, integritas akademik, wawasan kebangsaan, dan kreatif.
oleh:
Riesant Ahmadi
FTMD, 16913242
1. Tridharma
Tridharma merupakan tiga hal yang menjadi dasar kemahasiswaan. Tiga dasar itu adalah: Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian.
2. PPoP
PPoP merupakan singkatan dari Posisi, Potensi, dan Peran. Mahasiswa memiliki posisi sebagai masyarakat yang terdidik, Memiliki potensi untuk kreatif, kritis, semangat, independen, idealis, multidisiplin ilmu, dan memiliki jaringan yang kuat, dan memiliki peran sebagai Agen of Change (agen perubahan), Guardian of Value (penjaga norma-norma), dan Iron Stock (pengganti generasi tua).
3. Arah Gerak Mahasiswa
Arah gerak mahasiswa memiliki dua dimensi, yaitu dimensi vertikal dan dimensi horizontal. Dimensi vertikal memiliki makna bahwa arah gerak mahasiswa berkiblat kepada pemerintah. Disamping dapat memberikan sesuatu kepada pemerintah, mahasiswa juga harus berani untuk mengkritisi dan mengoreksi berbagai kebijakan yang diberlakukan oleh pemerintah. Dimensi Horizontal bermakna bahwa arah gerak mahasiswa juga berkiblat masyarakat. Maksudnya adalah mahasiswa harus dapat memberi manfaat yang baik kepada masyarakat banyak.
4. Keluarga Mahasiswa (KM)
Keterangan:
Kongres memiliki kedudukan tertinggi dalam KM. Dibawah kongres terdapat kabinet, tim beasiswa, dan Majelis Wali Amanat Mahasiswa (MWA-M) dan Tim MWA. MWA-M, Tim MWA, dan Kabinet lebih terikat dengan Kongres dibandingkan dengan Tim Beasiswa, yang bertugas untuk mencari beasiswa. Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) merupakan perwakilan Kongres yang berada di setiap jurusan. HMJ dan Unit-unit yang tersebar di ITB berkoordinasi dengan kabinet sebagai wadah penampung di bidang minat dan keprofesian bagi seluruh mahasiswa ITB.
5. Budaya Mahasiswa
Budaya Mahasiswa ada sebelas, yaitu dekat dengan masyarakat, pandai memimpin, diskusi, suka menulis, peduli alam, inovasi, kewirausahaan, apresiasi, integritas akademik, wawasan kebangsaan, dan kreatif.
oleh:
Riesant Ahmadi
FTMD, 16913242
Hasil Observasi Sabtu, 24 Agustus 2013
OBSERVASI
REVIEW:
Narasumber I : Mbak Rika
Alamat : Jalan Sekeloa 11
Pekerjaan :
Pedagang
Permasalahan
sampah di daerah Sekeloa menurut narasumber yang disebutkan di atas adalah
banyaknya sampah berserakan yang ada di daerah sekitar sungai atau selokan. Namun,
permasalahan sampah tersebut kurang berpengaruh terhadap daerah yang ditinggali
narasumber tersebut. Karena tempat tinggal narasumber berada di area yang cukup
tinggi dan jauh dari sungai atau selokan utama yang berada jauh di bawah tempat
tinggalnhya.
Menurut
narasumber, jalur sanitasi sering macet dan pernah sesekali banjir. Dan sering
tercium bau tidak sedap yang bersumber dari selokan tersebut. Ditambah lagi
apabila setelah hujan, pasti akan tercium bau yang menyengat disertai banjir
atau luapan air selokan tersebut. Namun pada saat terjadi banjir tersebut,
penduduk yang arenya tergenang tidak perlu mengungsi. Hal yang membuat miris,
daerah yang paling parah terkena dampak negative dari sampah itu adalah daerah
sekitar Kantor Kelurahan. Dan lebih parahnya lagi, sampai saat ini belum pernah
ada tindakan dari pihak Pemerintah Desa. Sudah jelas, dari Pemerintah Desa
asaja tidak ada kepedulian sama sekali, apalagi dari Pemerintah Kota.
Hakikat dan visi hidup berdasarkan ketuhanan dan kebebaaan substansial
Resume mentoring:
Hakikat hidup: bagaimana cara sesorang memandang hidupnya. Kita seharusnya memandangnya secara islam. Oleh karena itu ada kewajiban yg harus dilakukan. diantaranya beribadah kepada Allah SWT.
Visi: tujuan hidup agar hidup kita menjadi terarah. Visi ini harus di terapkan dengan hakekat, yang merupakan alasan kita hidup.
Keberadaan kita di dunia membuktikan bahwa tuhan itu ada. Ada pendapat sains yang mengatakan bahwa manusia muncul dengan sendirinya, namun itu tidak rasional. Kenapa yakin Allah adalah tuhan kita? Karena islam itu rasional, hukum-hukumnya sesuai dengan kehidupan kita. Kenalilah tuhan kita lebih dalam, lewat sifat-sifatnya (asmaul husna), dan lain-lain. Setelah itu jadikan Allah SWT sebagian tujuan yang jelas hati kita pikiran kita untuk menjalankan tujuan yabg lebih besar. Karena Allah itu yang membuat hidup kita bermakna dan terarah. Kenapa kita harus beragama? Karena hati kita butuh itu, untuk menentukan arah dan mengisi kekosongan. Dan Alquran diajamin Allah keasliannya yang tidak akan berubah sepanjang zaman.
Di Islam diajarkan pula toleransi. Sesuai dengan surat al-kafirun kita dapat berinteraksi dan berperilaku dengan orang-orang beragama lain, misal dalam urusan kesehatan, perdagangan dan lain sebagainya, namun tidak dengan urusan kepercayaan dan aqidah. Intinya kita harus berperilaku dengan baik kepada semua orang walaupun orang itu berperilaku buruk dengan kita. Itulah makna dari kebebasan substansial.Hakikat dan visi hidup berdasarkan ketuhanan dan kebebaaan substansial. Oleh karena itu kita harus membuat visi hidup kita sesuai ketuhanan.
Oleh wahyu nurina 199130169 sappk
Hakikat hidup: bagaimana cara sesorang memandang hidupnya. Kita seharusnya memandangnya secara islam. Oleh karena itu ada kewajiban yg harus dilakukan. diantaranya beribadah kepada Allah SWT.
Visi: tujuan hidup agar hidup kita menjadi terarah. Visi ini harus di terapkan dengan hakekat, yang merupakan alasan kita hidup.
Keberadaan kita di dunia membuktikan bahwa tuhan itu ada. Ada pendapat sains yang mengatakan bahwa manusia muncul dengan sendirinya, namun itu tidak rasional. Kenapa yakin Allah adalah tuhan kita? Karena islam itu rasional, hukum-hukumnya sesuai dengan kehidupan kita. Kenalilah tuhan kita lebih dalam, lewat sifat-sifatnya (asmaul husna), dan lain-lain. Setelah itu jadikan Allah SWT sebagian tujuan yang jelas hati kita pikiran kita untuk menjalankan tujuan yabg lebih besar. Karena Allah itu yang membuat hidup kita bermakna dan terarah. Kenapa kita harus beragama? Karena hati kita butuh itu, untuk menentukan arah dan mengisi kekosongan. Dan Alquran diajamin Allah keasliannya yang tidak akan berubah sepanjang zaman.
Di Islam diajarkan pula toleransi. Sesuai dengan surat al-kafirun kita dapat berinteraksi dan berperilaku dengan orang-orang beragama lain, misal dalam urusan kesehatan, perdagangan dan lain sebagainya, namun tidak dengan urusan kepercayaan dan aqidah. Intinya kita harus berperilaku dengan baik kepada semua orang walaupun orang itu berperilaku buruk dengan kita. Itulah makna dari kebebasan substansial.Hakikat dan visi hidup berdasarkan ketuhanan dan kebebaaan substansial. Oleh karena itu kita harus membuat visi hidup kita sesuai ketuhanan.
Oleh wahyu nurina 199130169 sappk
Subscribe to:
Posts (Atom)