Pola pikir
K3 merupaka sebuah pola pikir yang selayaknya dimiliki oleh setiap mahasiswa.
K3 sendiri merupakan kepanjangan dari Kritis, Kreatif, dan Konstruktif.
Kritis
merupakan sebuah pola pikir yang menganalisis secara dalam mengenai sebuah
permasalahan. Mahasiswa yang kritis merupakan mahasiswa yang tidak mempercayai
sesuatu secara mentah. Melainkan tetap menganalisis hal – hal yang diterimanya
untuk mencari hal – hal yang mungkin terdapat kekeliruan di dalamnya. Sifat
kritis berguna menjadikan seseorang menjadi peka dalam melihat sebuah
permasalahan.
Kreatif
merupakan pola pikir yang menggunakan daya cipta dan nalar untuk menciptakan
hal baru yang orisinil. Mahasiswa selayaknya dengan sifat kritisnya mampu
menciptakan solusi baru yang orisinil berdasarkan daya kreativitasnya.
Konstruktif
berarti membangun. Mahasiswa berdasarkan kepada daya pikir kritis dan juga
solusi kreatifnya harus mampu membuat solusi yang memang berguna dan membangun.
Membangun dalam artian memang memiliki dampak dan manfaat yang positif.
Daya pikir
konstruktif sendiri terbangun dari daya pikir kreatif, dan daya pikir kreatif
terbangun dari daya pikir kritis. Maka, dapat disimpulkan bahwa pola pikir K3
sendiri merupakan satu kesatuan yang mana ketiganya saling membangung dan
mengisi.
Adakalanya
pula dalam mahasiswa sendiri dalam memberikan solusi atas permasalahan bangsa,
biarpun sudah dilandasi pola pikir K3 dan dilihat dari aspek politik, ekonomi,
sosial, teknologi, environment, legal,
mahasiswa masih tetap harus memperhatikan pendapat orang lain. Hal ini
dipentingkan karena berbagai macam pendapat yang ada dapat saling mengisi dan
nantinya apabila terdapat keterkaitan di antara pendapat – pendapat tersebut,
maka dapat menghasilkan solusi yang konstruktif.
Oleh : Imanta Azaki ( NIM 16713333 )
No comments:
Post a Comment