Kolaborasi
adalah bentuk kerjasama, interaksi beberapa elemen yang terkait dalam suatu
lembaga dan atau pihak-pihak yang terlibat secara langsung dan tidak langsung
yang menerima akibat dan manfaatnya. Nilai-nilai yang mendasari sebuah
kolaborasi adalah tujuan yang sama, kesamaan persepsi, kemauan untuk berproses,
saling memberikan manfaat, kejujuranm kasih saying serta berbasis masyarakat. Oleh
karena itu, Kolaborasi adalah suatu kemampuan yang harus dimiliki mahasiswa ITB
secara mutlak. Kemampuan ini merupakan
syarat penting agar terciptanya suatu kehidupan/organisasi yang harmonis dan
dapat survive seiring berjalannya waktu. Hal itu dikarenakan manusia yang pada
hakikatnya merupakan makhluk social, yaitu makhluk yang tidak dapat hidup
seorang diri. Manusia memerlukan orang lain dalam kehidupan sehari-harinya.
Elemen kunci efektifitas kolaborasi
1.
Kerjasama menghargai pendapat
2.
Asertivitas .
3.
Tanggung jawab mendukung suatu
keputusan yang diperoleh dari hasil konsensus dan harus terlibat dalam
pelaksanaannya.
4.
Komunikasi setiap anggota
bertanggung jawab untuk membagi informasi penting mengenai isu yang terkait..
Tujuan
kolaborasi
Tujuan berkolaborasi atau bekerja
sama antara lain adalah untuk memecahkan masalah, menciptakan sesuatu (Schrage,
1995:29), menemukan sesuatu di dalam sejumlah hambatan
Hambatan dalam berkolaborasi
Hambatan_hambatan berkolaboraswi
antara lain sebagai berikut :
· Keahlian
· Waktu
· Biaya
· Kompetisi
· Kearifan
konvensional (Schrage, 1995:29)
Namun dalam faktanya kolaborasi tidak dapat berjalan mulus
setiap saat. Suatu waktu pasti terjadilah yang namanya konflik. Hal ini
dikarenakan setiap orang memiliki pendapat dan ego yang berbeda-beda sehingga
menimbulkan konflik.
Dalam konflik antar individu ada
tiga penyelesaian, yaitu Win-Win Solution, Win-Lose Solution, dan Lose
–Lose Solution. Untuk selanjutnya mari kita bahas satu persatu:
· Win-Win
Solution adalah solusi dimana kedua pihak yang berkonflik sama
– sama diuntungkan. Artinya disepakati sebuah solusi dimana setiap kepentingan
dari pihak – pihak tersebut tercapai dan tidak ada yang dirugikan
· Win-Lose Solution adalah solusi dimana salah satu
pihak diuntungkan dan pihak yang lain dirugikan. Artinya kepentingan salah satu
pihak tercapai namun kepentingan pihak yang lain tidak tercapai .
· Lose-Lose Solution adalah solusi dimana kedua pihak
yang berkonflik sama – sama dirugikan. Artinya Kpentingan kedua belah pihak
sama tidak tercapai dan keduanya dirugikan.
Apabila konflik tersebut sudah
membesar dan menjadi konflik antar kelompok, ada beberapa cara untuk
mengelolanya:
Bargaining
Approach
Metode ini terbatas kepada anggota kelompok karena
keterbatasan sumber daya. Strateginya adalah membagi sama rata sumber daya atau
mengurangi keinginan sumber daya
Bureaucratic Approach
Pendekatan secara birokratis merupakan usaha untuk mengatasi
konflik yang terjadi dalam sebuah hierarki. Konflik terjadi apabila atasan
hendak melakukan sesuatu dan kemudian mendapat penentangan dari bawahan. Maka,
untuk memecahkan konflik ini perlu dilakukan penggantian aturan – aturan
birokratis yang bersifat impersonal dalam rangka mengendalikan tiap – tiap
personal.
System Approach : apabila kedua pendekatan diatas
gagal, maka solusi ini yang dapat diambil yaitu pendekatan secara horizontal.
Ada dua solusi dalam pedekatan ini yaitu :
1. Mengurangu
perbedaan terhadap tujuan dengan mengubah insentif, atau melakukan seleksi yang
sesuai
2. Mengurangi
saling ketergantungan fungsional dengan mengurangi ketergantungan pada
penggunaan sumberdaya bersama – sama, dengan mengurangu tekanan untuk konsensus
Puthut Dwi Saka H.P
FTSL 16613228
No comments:
Post a Comment