Friday, August 23, 2013

Kolaborasi by Puthut Dwi Saka H.P FTSL 16613228

Kolaborasi adalah bentuk kerjasama, interaksi beberapa elemen yang terkait dalam suatu lembaga dan atau pihak-pihak yang terlibat secara langsung dan tidak langsung yang menerima akibat dan manfaatnya. Nilai-nilai yang mendasari sebuah kolaborasi adalah tujuan yang sama, kesamaan persepsi, kemauan untuk berproses, saling memberikan manfaat, kejujuranm kasih saying serta berbasis masyarakat. Oleh karena itu, Kolaborasi adalah suatu kemampuan yang harus dimiliki mahasiswa ITB secara mutlak.  Kemampuan ini merupakan syarat penting agar terciptanya suatu kehidupan/organisasi yang harmonis dan dapat survive seiring berjalannya waktu. Hal itu dikarenakan manusia yang pada hakikatnya merupakan makhluk social, yaitu makhluk yang tidak dapat hidup seorang diri. Manusia memerlukan orang lain dalam kehidupan sehari-harinya.
Elemen kunci efektifitas kolaborasi
1.             Kerjasama menghargai pendapat
2.             Asertivitas .
3.             Tanggung jawab  mendukung suatu keputusan yang diperoleh dari hasil konsensus dan harus terlibat dalam pelaksanaannya.
4.             Komunikasi setiap anggota bertanggung jawab untuk membagi informasi penting mengenai isu yang terkait..

 Tujuan kolaborasi
Tujuan berkolaborasi atau bekerja sama antara lain adalah untuk memecahkan masalah, menciptakan sesuatu (Schrage, 1995:29), menemukan sesuatu di dalam sejumlah hambatan

 Hambatan dalam berkolaborasi
Hambatan_hambatan berkolaboraswi antara lain sebagai berikut :
·         Keahlian
·         Waktu
·         Biaya
·         Kompetisi
·         Kearifan konvensional (Schrage, 1995:29)

Namun dalam faktanya kolaborasi tidak dapat berjalan mulus setiap saat. Suatu waktu pasti terjadilah yang namanya konflik. Hal ini dikarenakan setiap orang memiliki pendapat dan ego yang berbeda-beda sehingga menimbulkan konflik.

Dalam konflik antar individu ada tiga penyelesaian, yaitu Win-Win Solution, Win-Lose Solution, dan Lose –Lose Solution. Untuk selanjutnya mari kita bahas satu persatu:
·         Win-Win Solution adalah solusi dimana kedua pihak yang berkonflik sama – sama diuntungkan. Artinya disepakati sebuah solusi dimana setiap kepentingan dari pihak – pihak tersebut tercapai dan tidak ada yang dirugikan
·         Win-Lose Solution adalah solusi dimana salah satu pihak diuntungkan dan pihak yang lain dirugikan. Artinya kepentingan salah satu pihak tercapai namun kepentingan pihak yang lain tidak tercapai .
·         Lose-Lose Solution adalah solusi dimana kedua pihak yang berkonflik sama – sama dirugikan. Artinya Kpentingan kedua belah pihak sama tidak tercapai dan keduanya dirugikan.

Apabila konflik tersebut sudah membesar dan menjadi konflik antar kelompok, ada beberapa cara untuk mengelolanya:

Bargaining Approach
Metode ini terbatas kepada anggota kelompok karena keterbatasan sumber daya. Strateginya adalah membagi sama rata sumber daya atau mengurangi keinginan sumber daya

Bureaucratic Approach
Pendekatan secara birokratis merupakan usaha untuk mengatasi konflik yang terjadi dalam sebuah hierarki. Konflik terjadi apabila atasan hendak melakukan sesuatu dan kemudian mendapat penentangan dari bawahan. Maka, untuk memecahkan konflik ini perlu dilakukan penggantian aturan – aturan birokratis yang bersifat impersonal dalam rangka mengendalikan tiap – tiap personal.

System Approach : apabila kedua pendekatan diatas gagal, maka solusi ini yang dapat diambil yaitu pendekatan secara horizontal. Ada dua solusi dalam pedekatan ini yaitu :
1.       Mengurangu perbedaan terhadap tujuan dengan mengubah insentif, atau melakukan seleksi yang sesuai


2.       Mengurangi saling ketergantungan fungsional dengan mengurangi ketergantungan pada penggunaan sumberdaya bersama – sama, dengan mengurangu tekanan untuk konsensus

Puthut Dwi Saka H.P
FTSL 16613228

No comments:

Post a Comment