Friday, August 23, 2013

Resume Kolaborasi
Nama                    : Prasetya Adi Nugraha
NIM                       : 16913062
Fakultas               : FTMD
Kelompok           : 84
                Konflik memang sering terjadi diantara kita. Bukan menjadi hal yang mencengangkan bahwa disetiap tempat kita berinteraksi dengan orang lain selalu terdapat potensi konflik. Hal ini terjadi dikarenakan stiap orang memiliki keunikan tersendiri.
Untuk mengatasi atau menghindari sebuah konflik maka diperlukan sebuah manajemen konflik. Upaya pencapaian tujuan tidak hanya dilakukan melalui mengalahkan saingan, melainkan juga didapat melalui kerjasama dan kolaborasi.
                Dalam konflik anta individu ada tiga penyelesaian, yaitu Win-Win Solution, Win-Lose Solution, dan Lose –Lose Solution. Untuk selanjutnya mari kita bahas satu persatu:
·         Win-Win Solution adalah solusi dimana kedua pihak yang berkonflik sama – sama diuntungkan. Artinya disepakati sebuah solusi dimana setiap kepentingan dari pihak – pihak tersebut tercapai dan tidak ada yang dirugikan
·         Win-Lose Solution adalah solusi dimana salah satu pihak diuntungkan dan pihak yang lain dirugikan. Artinya kepentingan salah satu pihak tercapai namun kepentingan pihak yang lain tidak tercapai .
·         Lose-Lose Solution adalah solusi dimana kedua pihak yang berkonflik sama – sama dirugikan. Artinya Kpentingan kedua belah pihak sama tidak tercapai dan keduanya dirugikan.
Namun bagaimana bila pihak yang berkonflik sudah bukan merupakan individu lagi melainkan sebuah kelompok? Misalkan berkaitan bila kita telah masuk dalam sebuah keorganisasiian.
Menurut Pondy (dalam Luthans, 1983: 382 – 382) mengemukakan pendekatan konseptual utama untuk mengelolankonflik keorganisasian yakni :
·         Bargaining Approach : metode ini dapat digunakan bila yang menjadi sumber konflik adalah sumber daya. Solusinya adalah dengan membagi secra merata kesempatan memperoleh sumber daya atau mengurangi keinginan untuk mendatkan sumberdaya
·         Beureaucratic Approach : metode ini dapat digunakan bila terjadi konflik antara atasan dan bawahan, seperti atasan ingin mengendalikan bawahannya namun mereka menolak untuk dikendalikan. Solusinya ialah mengganti aturab birokratis yang bersifat impersonal menjadi personal
·         System Approach : apabila kedua pendekatan diatas gagal, maka solusi ini yang dapat diambil yaitu pendekatan secara horizontal. Ada dua solusi dalam pedekatan ini yaitu :
1.       Mengurangu perbedaan terhadap tujuan dengan mengubah insentif, atau melakukan seleksi yang sesuai

2.       Mengurangi saling ketergantungan fungsional dengan mengurangi ketergantungan pada penggunaan sumberdaya bersama – sama, dengan mengurangu tekanan untuk konsensus

No comments:

Post a Comment