Manusia terlahir di dunia ini tercipta sebagai
makhluk sosial, di mana setiap individu pasti akan melakukan hubungan sosial
berupa interaksi kepada manusia yang lain guna memenuhi kebutuhan hidupnya baik
secara jasmani maupun rohani...
Namun dalam segala bentuk interaksi, pasti
timbullah suatu gesekkan interaksi yang biasa disebut sebagai konflik. Konflik ini
merupakan suatu hal yang negatif dalam sebuah interaksi sosial dalam pemenuhan
kebutuhan manusia. Oleh sebab itu, kita sebagai manusia yang ingin sejahtera
hendaklah kita menyelesaikan masalah tersebut. Salah satu caranya adalah
melakukan menejemen konflik...
Salah satu cara gampang dari menejemen konflik
adalah melakukan sebuah kolaborasi antar individu demi tercapainya tujuan yang
tidak saling bergesekkan. Adapun tujuan kolaborasi memecahkan masalah, menciptakan
sesuatu dan menemukan sesuatu ketika ada hambatan.
Ada juga
hambatan-hambatannya yaitu:
- kompetisi
- waktu
- biaya
- keahlian
- kearifan konvensional
Dalam menyelesaikan konflik antar individu ada tiga macam yakni
WIN-WIN, WIN-LOSE dan LOSE-LOSE...
Namun berbeda lagi dengan pengelolaan konflik yang terjadi pada
kelompok atau suatu organisasi yakni...
- Bargaining Approach
Metode ini terbatas kepada anggota kelompok
karena keterbatasan sumber daya. Strateginya adalah membagi sama rata sumber
daya atau mengurangi keinginan sumber daya
- Bureaucratic Approach
Metode ini digunakan pada sebuah hierarki.
Konflik ini akan terjadi apabila atasan ingin mengendalikan yang di bawah.
Solusi dari konflik ini adalah mengganti aturan-aturan birokratis yang bersifat
impersonal
- Systems Approach
Apabila kedua cara di atas gagal maka digunakan
pendekatan ini yaitu secara horisontal. Ada dua strategi:
1. Mengurangi perbedaan
terhadap tujuan dengan cara mengubah insentif atau melakukan seleksi yang
sesuai
2. Mengurangi saling
ketergantungan fungsional dengan mengurangi ketergantungan pada penggunaan
sumber daya secara bersama – sama dan dengan mengurang tekanan untuk mencapai
konsensus.
No comments:
Post a Comment