Friday, August 23, 2013

Resume Materi K3 oleh Wahyu Nurina 199130169 SAPPK

Dalam menghadapi suatu permasalahan seorang mahasiswa haruslah memiliki pola pikir K3, yaitu kritis, kreatif, dan konstruktif. Ketiga unsur pola pikir ini saling mendukung satu sama lain. Dengan menggabungkan ketiganya, kita akan mendapat solusi dari suatu permasalahan yang bisa dikatakan tidak hanya impian belaka, namun dapat direalisasikan.

Kritis. Merupakan sifat yang membuat seseorang dapat melihat secara peka berbagai sisi dari suatu masalah. Karena dengan memiliki sikap kritis kita tidak akan menerima suatu informasi secara mentah-mentah, namun menganalisanya secara mendalam dan tajam. Kemampuan ini tidak bisa dihiraukan begitu saja, karena dengan pola pikir kritis, kita akan menjunjung tinggi nilai kebenaran ilmiah.

Kreatif. Dalam menemukan solusi dari suatu permasalahan diperlukan pemikiran yang kreatif. Suatu pemikiran yang baru, yang orisinil dari otak si pemberi solusi itu. Dalam era ini seorang mahasiswa tentu harus memiliki sifat ini untuk menjawab segala permasalahan global yang semakin rumit dan kompleks. Diperlukan ilmuan-ilmuan, teknisi, insan-insan yang kreatif mengutarakan idenya yang baru dan out of the box untuk mengubah dan memperbaiki dunia.

Konstruktif. Sifat kritis dan kreatif saja tidak cukup untuk menyelesaikan suatu masalah. Banyak mahasiswa yang mempunyai banyak ide kreatif, namun ide itu hanyalah wacana belaka karena mereka tidak mampu membangun ide itu sebagai suatu hal yang riil dan biasanya mereka malah menjatuhkan ide-ide itu bukannya membangunnya. Suatu ide, dan pikiran haruslah dapat dibangun secara runtun, terstruktur, dan realistis. Dalam berfikir konstruktif kita dapat menghargai ide orang lain, sehinggatidak melanggar nilai-nilai kearifan lokal. Dengan berfikir secara konstruktif ide-ide itu bukan hanyalah wacana semata, namun suatu hal hebat yang dapat direalisasikan.


Tidak dapat dipungkiri, ketiga sikap tersebut sangat dibutuhkan kita sebagai mahasiswa yang nantinya akan menjadi pemimpin bangsa ini. Yang dapat menghasilkan solusi dari permasalahan bangsa tanpa melupakan unsur-unsur kearifan lokal, yaitu nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan lingkungan.

oleh Wahyu Nurina-SAPPK-19913069

No comments:

Post a Comment