Kelompok merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan kita dan lebih lagi buat kita sebagai mahasiswa ITB. Mengapa begitu? Manusia adalah makhluk sosial yang tak akan bisa hidup sendirian tanpa makhluk sesamanya .Sebagai seorang mahasiswa,kita harus mengahadapi berbagai masalah perkuliahan sesama mahasiswa lainnya, namun sewaktu-waktu ini bisa terjadi konflik atau pertikaian.
Cara menangani konflik ini disebut dengan manajemen konflik.Manajemen konflik adalah upaya untuk mengatur sebuah perselisihan yang terjadi antar dua kelompok agar tidak merugikan siapa pun yang ada dalam kelompok tersebut dan pada akhirnya menyelesaikannya.
Tujuan kolaborasi
Tujuan berkolaborasi atau bekerja sama antara lain adalah untuk memecahkan masalah, menciptakan sesuatu, menemukan sesuatu di dalam sejumlah hambatan.
Ada juga hambatan-hambatannya yaitu:
- Kompetisi
- Waktu
- Biaya
- Keahlian
- Kearifan Konvensional
Berikut ada 3 cara mengelola konflik keorganisasian:
Bargaining Approach
metode ini terbatas kepada anggota kelompok yang berkompetisi karena keterbatasan sumber daya. Strateginya adalah membagi sama rata sumber daya atau mengurangi keinginan sumber daya
Bureaucratic Approach
Metode ini merujuk pada struktur hierarki. Konflik ini akan terjadi apabila atasan memaksa untuk mengendalikan bawahannya. Solusinya adalah mengganti aturan-aturan birokratis yang bersifat impersonal
Systems Approach
Apabila kedua cara di atas gagal maka digunakan pendekatan secara horizontal yaitu mengurangi perbedaan terhadap tujuan dengan cara mengubah insentif atau melakukan seleksi yang sesuai dan mengurangi saling ketergantungan fungsional dengan mengurangi ketergantungan pada penggunaan sumber daya secara bersama – sama dan dengan mengurang tekanan untuk mencapai konsensus.
Kevin Tja 16413082 FTTM
No comments:
Post a Comment