Mahasiswa
ITB 2013 diberikan tugas angkatan untuk membuat tulisan “#UntukIndonesia” hal
ini memiliki sebuah esensi. Esensinya adalah tugas ini menyimbolkan perlunya
kolaborasi dari mahasiswa ITB dalam berbuat untuk Indonesia. Kolaborasi ini
sangat penting. Kolaborasi atau kerja sama sangat berguna dalam melakukan
pergerakan untuk membuat perubahan. Pergerakan tanpa kolaborasi akan sulit
menimbulkan perubahan.
Tujuan
kolaborasi sendiri ada 3, yaitu :
-
Menciptakan sesuatu
-
Memecahkan masalah
-
Menemukan sesuatu di dalam sejumlah hambatan
Dalam
berkolaborasi sendiri seringkali ditemui sejumlah hambatan. Hambatan – hambatan
tersebut antara lain :
-
Waktu
-
Keahlian
-
Biaya
-
Kompetisi
-
Kearifan konvensional
Ada kalanya
dalam usaha untuk mencapai sebuah tujuan dapat menimbulkan konflik. Konflik itu
sendiri merupakan perselisihan antaranggota kelompok atau antarkelompok yang
pasti terjadi dan tidak dapat dihindari. Perselisihan itu sendiri timbul karena
tidak adanya kesepakatan dari kedua pihak dalam usaha masing – masing pihak
untuk mencapai tujuannya masing – masing. Dalam menghadapi hal tersebut,
diperlukan sebuah usaha untuk mengatur supaya hal tersebut dapat diselesaikan
dan tidak merugikan anggota kelompok yang lain atau kelompok secara
keseluruhan. Hal tersebut disebut sebagai manajemen konflik.
Dalam
manajemen konflik sendiri terdapat 3 macam pendekatan konseptual, yaitu :
-
Bargaining
Approach
Masing – masing kelompok memiliki keterbatasan
sumber daya sehingga salaing bersaing untuk mendapatkan sumber daya tersebut.
Untuk mengatasi konflik, kelompok – kelompok haruslah membagi rata sumber daya
yang ada atau mengurangi keinginan untuk mendapatkan sumber daya.
-
Bureaucratic
Approach
Pendekatan secara birokratis merupakan usaha untuk
mengatasi konflik yang terjadi dalam sebuah hierarki. Konflik terjadi apabila
atasan hendak melakukan sesuatu dan kemudian mendapat penentangan dari bawahan.
Maka, untuk memecahkan konflik ini perlu dilakukan penggantian aturan – aturan birokratis
yang bersifat impersonal dalam rangka mengendalikan tiap – tiap personal.
-
Systems
Approach
Cara pendekatan seperti ini berguna apabila bargaining approach dan bureaucratic approach gagal mengatasi
konflik. Cara pendekatan seperti ini merupaka koordinasi dari bermacam
permasalahan. Koordinasi semacam ini merupakan koordinasi yang merujuk kepada
hubungan horizontal dan vertikal dalam pelaksanaan fungsi – fungsi. Strategi
yang digunakan adalah :
·
Mengurangi perbedaan terhadap tujuan dengan cara
mengubah insentif atau melakukan seleksi yang sesuai
·
Mengurangi saling ketergantungan fungsional
dengan mengurangi ketergantungan pada penggunaan sumber daya secara bersama –
sama dan dengan mengurang tekanan untuk mencapai konsensus.
Oleh Imanta Azaki ( NIM 16713333 )
Oleh Imanta Azaki ( NIM 16713333 )
No comments:
Post a Comment