Friday, August 23, 2013

Resume Kolaboras oleh Imanta Azaki NIM 16713333

Mahasiswa ITB 2013 diberikan tugas angkatan untuk membuat tulisan “#UntukIndonesia” hal ini memiliki sebuah esensi. Esensinya adalah tugas ini menyimbolkan perlunya kolaborasi dari mahasiswa ITB dalam berbuat untuk Indonesia. Kolaborasi ini sangat penting. Kolaborasi atau kerja sama sangat berguna dalam melakukan pergerakan untuk membuat perubahan. Pergerakan tanpa kolaborasi akan sulit menimbulkan perubahan.

Tujuan kolaborasi sendiri ada 3, yaitu :
-          Menciptakan sesuatu
-          Memecahkan masalah
-          Menemukan sesuatu di dalam sejumlah hambatan

Dalam berkolaborasi sendiri seringkali ditemui sejumlah hambatan. Hambatan – hambatan tersebut antara lain :
-          Waktu
-          Keahlian
-          Biaya
-          Kompetisi
-          Kearifan konvensional

Ada kalanya dalam usaha untuk mencapai sebuah tujuan dapat menimbulkan konflik. Konflik itu sendiri merupakan perselisihan antaranggota kelompok atau antarkelompok yang pasti terjadi dan tidak dapat dihindari. Perselisihan itu sendiri timbul karena tidak adanya kesepakatan dari kedua pihak dalam usaha masing – masing pihak untuk mencapai tujuannya masing – masing. Dalam menghadapi hal tersebut, diperlukan sebuah usaha untuk mengatur supaya hal tersebut dapat diselesaikan dan tidak merugikan anggota kelompok yang lain atau kelompok secara keseluruhan. Hal tersebut disebut sebagai manajemen konflik.

Dalam manajemen konflik sendiri terdapat 3 macam pendekatan konseptual, yaitu :
-          Bargaining Approach
Masing – masing kelompok memiliki keterbatasan sumber daya sehingga salaing bersaing untuk mendapatkan sumber daya tersebut. Untuk mengatasi konflik, kelompok – kelompok haruslah membagi rata sumber daya yang ada atau mengurangi keinginan untuk mendapatkan sumber daya.
-          Bureaucratic Approach
Pendekatan secara birokratis merupakan usaha untuk mengatasi konflik yang terjadi dalam sebuah hierarki. Konflik terjadi apabila atasan hendak melakukan sesuatu dan kemudian mendapat penentangan dari bawahan. Maka, untuk memecahkan konflik ini perlu dilakukan penggantian aturan – aturan birokratis yang bersifat impersonal dalam rangka mengendalikan tiap – tiap personal.
-          Systems Approach
Cara pendekatan seperti ini berguna apabila bargaining approach dan bureaucratic approach gagal mengatasi konflik. Cara pendekatan seperti ini merupaka koordinasi dari bermacam permasalahan. Koordinasi semacam ini merupakan koordinasi yang merujuk kepada hubungan horizontal dan vertikal dalam pelaksanaan fungsi – fungsi. Strategi yang digunakan adalah :
·         Mengurangi perbedaan terhadap tujuan dengan cara mengubah insentif atau melakukan seleksi yang sesuai

·         Mengurangi saling ketergantungan fungsional dengan mengurangi ketergantungan pada penggunaan sumber daya secara bersama – sama dan dengan mengurang tekanan untuk mencapai konsensus.

Oleh Imanta Azaki ( NIM 16713333 )

No comments:

Post a Comment