OBSERVASI
REVIEW:
Narasumber I : Mbak Rika
Alamat : Jalan Sekeloa 11
Pekerjaan :
Pedagang
Permasalahan
sampah di daerah Sekeloa menurut narasumber yang disebutkan di atas adalah
banyaknya sampah berserakan yang ada di daerah sekitar sungai atau selokan. Namun,
permasalahan sampah tersebut kurang berpengaruh terhadap daerah yang ditinggali
narasumber tersebut. Karena tempat tinggal narasumber berada di area yang cukup
tinggi dan jauh dari sungai atau selokan utama yang berada jauh di bawah tempat
tinggalnhya.
Menurut
narasumber, jalur sanitasi sering macet dan pernah sesekali banjir. Dan sering
tercium bau tidak sedap yang bersumber dari selokan tersebut. Ditambah lagi
apabila setelah hujan, pasti akan tercium bau yang menyengat disertai banjir
atau luapan air selokan tersebut. Namun pada saat terjadi banjir tersebut,
penduduk yang arenya tergenang tidak perlu mengungsi. Hal yang membuat miris,
daerah yang paling parah terkena dampak negative dari sampah itu adalah daerah
sekitar Kantor Kelurahan. Dan lebih parahnya lagi, sampai saat ini belum pernah
ada tindakan dari pihak Pemerintah Desa. Sudah jelas, dari Pemerintah Desa
asaja tidak ada kepedulian sama sekali, apalagi dari Pemerintah Kota.
Bersumber
dari Mbak Rika, pengelolaan sampah sudah diatur oleh warga sekitar. Jadi,
memang sudah ada petugas yang bertugas untuk mengambil sampah pada setiap rumah
di tiap paginya. Dengan bermodal Rp 18.000,00 tiap bulan, tiap rumah mendapat
pelayanan pengambilan sampah setiap harinya. Namun kenyataannya, masih banyak
sampah yang berserakan dan yang paling parah banyak tersebar di selokan. Menurut
narasumber, sampah tersebut lebih banyak berasal dari para pengguna jalan yang
lewat dan sama sekali tak bertanggungjawab ketika membuang sampah sembarangan. Dan
pengguna jalan yang sering lewat adalah dari golongan pelajar dan mahasiswa.
Harapan
besar dari Mbak Rika demi terselesaikan masalah yang sudah mendasar itu adalah
bisa terwujudnya kegiatan bersih-bersih
atau kerja bakti antarwarga sekitar demi kenyamanan bersama. Selain itu, beliau
berharap dalam penanggulangan sampah tersebut tidak hanya berupa tindakan dari
pemerintah, namun kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar
sangatlah penting.
Narasumber II : Mas Dadang
Alamat : Jalan Sekeloa
Pekerjaan :
Pedagang
Narasumber
di atas merupakan pemilik warung di daerah yang lebih rendah dari sekitarnya.
Narasumber ini sudah lama tinggal di daerah sini. Daerah sekeloa ini sudah lama
tidak terurus. Sekitar 20 tahun yang lalu di daerah ini sudah bertumpuk banyak
sampah dan membuat warga seiktar sangat tidak nyaman. Sampai sekarang pun
daerah ini masih kotor bahkan daerah ini tambah parah. Sekitar 10 tahun yang lalu
daerah ini sudah kebanjiran walaupun tidak terlalu parah.
Narasumber
tersebut juga merasa tidak nyaman dengan lingkungannya sendiri. Kesadaran
masyarakat sekitar pun masih kurang. Salah satu bukti bahwa kurangnya kesadaran
masyarakat sekitar yaitu kerja bakti yang sangat jarang, bahkan setahun bisa
dihitung hanya beberapa kali. Rumah narasumber juga terkena banjir kalau cuaca
sedang hujan.
Daerah
ini juga tidak diperhatikan oleh pemerintah. Lurah di daerah ini tidak
melakukan kebijakan apapun, bahkan lurah ini melempar tugasnya ke bawahannya
yaitu ketua RW lalu turun lagi ke ketua RT. Di depan kantor kelurahan termasuk
daerah dengan sampah yang termasuk lebih banyak dari yang lain. Di got-got yang
terdapat di pinggir jalan ada bekas pembakaran sampah.
Harapan
narasumber adalah adanya perhatian lebih dari masyarakat sekitar untuk membersihkan
lingkungannya sendiri dan pemerintah sekitar mau melakukan kerja bakti rutin
dan mengajak warganya. Selain itu, narasumber berharap sekali masyarakat yang
lewat ataupun yang tinggal sementara di daerah ini.
Narasumber III :
Ibu Eti Rosita dan suami
Alamat : Jalan Sekeloa
Pekerjaan :
Pedagang gorengan
Review
Wawancara :
Berikut
adalah poin-poin penting dari wawancara kepada narasumber yang merujuk pada
sungai yang berada dekat daerah itu :
·
Anak-anak mahasiswa, terutama mahasiswa
baru sering mengadakan kegiatan semacam kerja bakti untuk membersihkan daerah
ini.
·
Dahulu sungai di daerah ini tergolong
lebar. Namun karena kondisi perekonomian warga sekitar sungai sudah semakin
baik, mereka mulai membangun rumah hingga ke tepian sungai sehingga menyebabkan
lebar sungainya semakin sempit.
·
Kesadaran warga, terutama warga
pendatang seperti mahasiswa akan kebersihan di lingkungan ini sangat kurang. Contohnya
diantara mereka banyak yang tidak mau membayar iuran kebersihan.
·
Aktivvitas kerja bakti yang dilakukan di
daerah ini dilakukan hanya pada saat-saat tertentu, seperti ketika acara 17
agustusan, dan ketika ada penjabat tinggi yang datang ke daerah ini.
·
Bau sampah yang berasal dari sungai di
daerah ini sangat menyengat. Dahulu sungai di daerah ini hanya mengalirkan air
saja. Namun sekarang hamper semua rumah yang ada di tepi sungai membuang sampah
rumahannya di sungai ini, terutama dari rumah-rumah yang berada di daerah hulu.
Sampah yang dibuang pun beragam jenisnya, seperti sampah plastik, bahkan kasur
bekas pun sering dibuang ke sungai ini. Tidak jarang air dari sungai ini meluap
sampai membanjiri masjid yang berada di dekat sungai itu ketika hujan besar
melanda.
·
Narasumber berharap kepada kita saat
sudah menjadi penjabat yang tinggi nanti agar dapat memperhatikan
masalah-masalah yang di daerah ini dan berguna bagi masyarakat banyak.
·
Masyarakat bisa diberikan penyuluhan
tentang kebersihan asal ada izin terlebih dahulu. Perizinan dapat dilakukan
melalui RT/RW atau kelurahan, tetapi tidak disarankan melalui kecamatan, karena
akan dipersulit.
Solusi atas
permasalahan kebersihan yang ada di daerah sekeloa:
- 1. Kesadaran warga akan pentingnya kebersihan lingkungan di daerah ini harus ditingkatkan. Kegiatan kerja bakti yang dilakukan warga harus lebih digiatkan dan diperbanyak lagi.
- 2 Perhatian pemerintah harus lebih diperbanyak lagi terhadap daerah ini. Tegakkan aturan yang berkaitan dengan pembangunan rumah di tepi sungai. Jangan ada bangunan liar lagi yang membuat sungai menjadi semakin sempit. Serta, perbanyaklah fasilitas pembuangan sampah di daerah sekeloa ini.
- 3. Membuat mural atau gambar – gambar yang menarik yang menggambarkan hal – hal yang akan terjadi sebagai dampak – dampak negative yang akan menimpa warga apabila tidak menjaga kebersihan dan membuang sampah sembarangan.




No comments:
Post a Comment