Konflik dapat diartikan sebagai perselisihan antardua pihak atau lebih di mana salah satu dari pihak tersebut menganggap pihak lainnya menghalangi jalan mereka untuk mencapai sasaran. Konflik terjadi karena tidak adanya kesepakatan dari kedua belah pihak. Ada pun cara menangani konflik ini yang disebut dengan manajemen konflik. Apa itu manajemen konflik? Manajemen konflik adalah upaya untuk mengatur sebuah perselisihan yang terjadi antar dua kelompok agar tidak merugikan siapa pun yang ada dalam kelompok tersebut dan pada akhirnya menyelesaikannya. Manajemen konflik ini sangatlah penting dan harus diketahui oleh semua mahasiswa ITB.
Adapun tujuan kolaborasi:
- memecahkan masalah
- menciptakan sesuatu
- menemukan sesuatu ketika ada hambatan
Ada juga hambatan-hambatannya yaitu:
- kompetisi
- waktu
- biaya
- keahlian
- kearifan konvensional
Berikut ada 3 cara mengelola konflik keorganisasian:
- Bargaining Approach
metode ini terbatas kepada anggota kelompok karena keterbatasan sumber daya. Strateginya adalah membagi sama rata sumber daya atau mengurangi keinginan sumber daya
- Bureaucratic Approach
metode ini digunakan pada sebuah hierarki. Konflik ini akan terjadi apabila atasan ingin mengendalikan yang di bawah. Solusi dari konflik ini adalah mengganti aturan-aturan birokratis yang bersifat impersonal
- Systems Approach
Apabila kedua cara di atas gagal maka digunakan pendekatan ini yaitu secara horisontal. Ada dua strategi:
- Mengurangi perbedaan terhadap tujuan dengan cara mengubah insentif atau melakukan seleksi yang sesuai
- Mengurangi saling ketergantungan fungsional dengan mengurangi ketergantungan pada penggunaan sumber daya secara bersama – sama dan dengan mengurang tekanan untuk mencapai konsensus.
Ahmad Rizdaputra
Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI)
16513275
No comments:
Post a Comment