Sunday, August 25, 2013

RESUME VISI KETUHANAN, CINTA TANAH AIR, URGENSI KEMAHASISWAAN (NAILNABILLA ZAIN)

Visi Ketuhanan

Visi berasal dari kata vision yang artinya pandangan. Visi adalah tujuan kita kedepan. Untuk mewujudkan visi tersebut, perlulah sebuah misi. Dalam islam, visi manusia tidak lain adalah tujuan manusia hidup di bumi ini. Yaitu menjadi khalifah di bumi. Khalifah yang dimaksud adalah kita sebagai manusia harus bisa menjadi pemimpin di bumi ini, pemimpin diri sendiri, pemimpin keluarga, bahkan pemimpin bagi bangsa kita sendiri. Sebuah visi manusia harus dilandaskan atas dasar ketuhanan. Semua yang kita lakukan harus melibatkan Allah. Apa yang kita lakukan harus diniatkan kepada Allah. Kita harus mencari ridho Allah. Mengapa demikian? Karena kita pada akhirnya akan kembali kepada Allah, Sang Pencipta. Allah adalah raja diatas segala-galanya.

Tuhan telah mendefinisikan “jalan yang lurus” dalam kitab suci. Inilah jalan yang mesti ditempuh oleh setiap manusia agar keselamatan di dunia dan akhirat bisa didapat. Manusia mesti menyadari adanya jalan ini sejelas-jelasnya. Bahwa jalan ini tidak menyangkut ritual ibadah semata seperti yang sering diungkapkan sekularis. Dia menyangkut segala aspek dalam kehidupan. Adapun fase kehidupan manusia berawal dari Rahim ibunya yang kemudian hidup di bumi untuk menjalankan kewajiban dariNya serta meninggalkan laranganNya. Selanjutnya adalah manusia pasti akan mati (di alam kubur). Di alam kubur, ada siksa kubur, dimana manusia yang banyak melakukan dosa di dunia. Lalu seluruh umat manusia akan dibangunkan oleh Sang Pencipta untuk dikumpulkan di padang Mahsyar, kemudian dihisab amal baik dan buruknya. Dan terakhir adalah alam akhirat (surga atau neraka) dimana manusia hidup disana selama-lamanya. Jadi, lakukanlah selalu amal baik di dunia ini, karena ini adalah alam sementara kita. Lakukan semua perbuatan berdasarkan visi ketuhanan……

Cinta Tanah Air

Cinta Tanah Air adalah sikap yang harus ditanamkan di dalam diri mahasiswa. Cinta tanah air meliputi dengan mengenal Identitas Bangsa. Identitas bangsa merupakan tanda pengenal kemanapun kita pergi bahwa kita adalah bagian dari bangsa Indonesia. Pengenalan akan identitas bangsa tidak hanya sekedar menambah wawasan, sebab percumalah segala hikmat tanpa memberinya bagi sesama. Maka identitas bangsa yang sudah dikenal wajib untuk dibagikan dan diinspirasikan kepada orang lain. Setelah mengenal Identitas bangsanya maka setiap mahasiswa yang telah ada diharapkan untuk jatuh cinta terhadap tanah air. Rasa cinta akan memudahkan kita melakukan sesuatu bagi bangsa ini terlepas dari beragam masalah yang ada. Karena cinta berarti memberi bukan menerima.

Lalu apa itu visi kebangsaan?
Visi kebangsaan merupakan rencana jangka panjang yang ditujukan bagi bangsa Indonesia. Visi berdasarkan keTuhanan yang telah dibuat diawal akan ditajamkan lagi dengan menambahkan visi kebangsaan. Sebab bukan sembarangan Tuhan menaruh kita di bangsa ini. Kita diciptakan berada di bangsa ini untuk menjadi jawaban dari segala pertanyaan yang ada di bangsa ini. Namun saat ini, bangsa Indonesia justru sering sekali menelan mentah-mentah budaya bangsa asing tanpa memperhatikan akibat yang akan diterima oleh Indonesia sendiri. Diharapkan kita sebagai mahasiswa, calon calon pemersatu, harus memperbaiki bangsa Indonesia ini dengan melakukan segala sesuatu berdasarkan visi kebangsaan.

Urgensi Kemahasiswaan

Pengertian Urgensi jika dilihat dari bahasa latin bernama “urgere” yaitu kata kerja yang berarti mendorong dan jika dilihat dari bahasa inggris bernama “urgent” yang memiliki arti kata sifat. Menurut kamus bahasa Indonesia, Urgensi adalah hal yang sangat penting atau keharusan yang sangat mendesak untuk diselesaikan, dengan demikian mengandaikan ada suatu masalah dan harus segera ditindak lanjuti.

Urgensi kemahasiswaan yang akan saya bahas disini ada 4:
  • Falsafah
    • Tri Dharma
      • Pendidikan
      • Penelitian
      • Pengabdian Masyarakat
    • Popope (Posisi Potensi Peran). Posisi yang dimaksud adalah kita harus menjadi masyarakat sipil terpelajar. Potensi yang harus dimiliki yaitu, idealis, kreatif, semangat, kritis, multidisiplin ilmu, independen, dan link. sedangkan peran kita yaitu:
      • Agent of Change. Dimana kita diharapkan membawa perubahan menjadi yang lebih baik untuk Indonesia.
      • Iron Stock. Dimana kita diharapkan menjadi besi-besi muda. Maksudnya, kita diharapkan menjadi cadangan untuk para penerus bangsa Indonesia.
      • Guardian Value. Dimana kita diharapkan untuk selalu menjaga nilai-nilai moral bangsa Indonesia
  • Arah Gerak
    • Vertical : Arah gerak kita langsung ke pemerintah, seperti mengomentari sebuah kebijakannya.
    • Horizontal : Arah gerak kita untuk menangani sebuah permasalahan dengan merangkul masyarakat-masyarakat sekitar.
  • Kabinet Mahasiswa
Kongres menempati jabatan paling atas yang membawahi kabinet, Tim Beasiswa dan MWA-WM (Majelis Wali Amanat- Wakil Mahasiswa). hubungan antar kongres dan MWA-WM tidak mengikat. Sedangkan hubungan kongres dan Tim Beasiswa mengikat. Kabinet bertugas untuk membuat program kerja yang nantinya akan dipertanggungjawabkan kepada kongres. Kabinet juga berkoordinasi dengan Tim Beasiswa dan MWA-WM dengan ditandainya garis putus putus dua arah. Selain itu kabinet juga berkoordinasi dengan HMJ dan Unit. Dan yang paling bawah adalah segenap mahasiswa ITB.
  • Budaya Kampus
    • Menulis
    • Dekat dengan Alam
    • Peduli Lingkungan
    • Dekat dengan Masyarakat
    • Integritas Akademik
    • Apresiasi
    • Diskusi
    • Inovasi
    • Mau Memimpin
    • Kewirausahaan
    • Wawasan Kebangsaan

Oleh: Nailnabilla Zain 16013084 - FMIPA



No comments:

Post a Comment