Friday, August 23, 2013

RESUME KOLABORASI (NAILNABILLA ZAIN)

Kolaborasi adalah bentuk kerjasama, interaksi, kompromi beberapa elemen yang terkait baik individu, lembaga dan atau pihak-pihak yang terlibat secara langsung dan tidak langsung yang menerima akibat dan manfaat. Nilai-nilai yang mendasari sebuah kolaborasi adalah tujuan yang sama, kesamaan persepsi, kemauan untuk berproses, saling memberikan manfaat, kejujuran, kasih sayang serta berbasis masyarakat. Tujuannya adalah memecahkan masalah, menciptakan sesuatu, dan menemukan sesuatu di dalam sejumlah hambatan. Namun, dalam kolaborasi, juga ada hambatannya, antara lain: keahlian, biaya, waktu, kompetisi, dan kearifan konvensional. Dalam masalah kolaborasi antar kelompok, pasti memiliki konflik-konflik tertentu. 

Pondy (dalam Luthans, 1983 : 382-383) mengemukakan tiga pendekatan konseptual utama untuk mengelola konflik keorganisasian yakni:
1. Bargaining Approach, Pengelolaan konflik model ini merujuk pada kelompok kepentingan yang berkompetisi karena keterbatasan sumber daya. Strategi untuk mengatasi konflik adalah dengan membagi secara merata kesempatan memperoleh sumberdaya atau mengurangi keinginan untuk mendapatkan sumberdaya.
2.  Bureaucratic Approach, yaitu Pengelolaan konflik model ini merujuk pada hubungan kewenangan secara vertikal di dalam struktur hierarkhi. Konflik akan terjadi apabila pihak atasan ingin melakukan pengendalian ke bawah, tetapi mereka menolak untuk dikendalikan. Strategi untuk memecahkan konflik adalah mengganti aturan- aturan birokratis yang bersifat impersonal untuk pengendalian personal.
3. Systems Approach, Apabila pendekatan tawar- menawar dan pendekatan birokratis gagal menyelesaikan konflik, maka pendekatan sistem berisi koordinasi berbagai masalah. Pendekatan ini merujuk pada hubungan horisontal dan kesamping diantara fungsi-fungsi.

Ada dua strategi yang dapat digunakan untuk mengurangi konflik yakni :
1)  mengurangi perbedaan terhadap tujuan dengan mengubah insentif, atau melakukan seleksi yang sesuai;
2) mengurangi saling ketergantungan fungsional dengan mengurangi ketergantungan pada penggunaan sumberdaya bersama-sama, dengan mengurangi tekanan untuk konsensus.


Nah, bagaimana hubungan kolaborasi dengan tugas angkatan kita dalam pembuatan formasi #untuk Indonesia? Pasti sangat berhubungan. Seperti yang kita ketahui, sebanyak kurang lebih 3600 mahasiswa baru ITB 2013 dibagi menjadi 180 kelompok, tentu bukan jumlah yang sedikit kan? Untuk membuat formasi tersebut kita sangat membutuhkan kolaborasi antar kelompok. Dan tentunya kolaborasi tersebut tidak langsung jadi. Kadang ada salah satu yang tidak setuju dengan pendapat yang lain, sehingga timbullah konflik. Namun, suatu konflik harus dapat diatasi secara bersama-sama, sehingga membentuk kesepakatan bersama. Inilah arti penting dalam kolaborasi di suatu kelompok. Dan pada akhirnya kami segenap mahasiswa baru ITB berhasil membuat formasi #UntukIndonesia

Oleh: Nailnabilla Zain 16013084 - FMIPA

No comments:

Post a Comment