KRITIS
Kritis adalah suatu sifat dalam hal ketajaman akan menemukan
kesalahan dalam setiap permasalahan. Sifat kritis menghilangkan berbagai bentuk
dominasi dan mendorong kebebasan, keadilan dan persamaan. Teori ini menggunakan
metode reflektif dengan cara mengkritik secara terus menerus terhadap tatanan semua
permasalahan yang ada.
“Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa”. Seperti yang kita ketahui, hingga sampai saat
ini bangsa Indonesia belum dapat menghasilkan SDM yang benar benar memiliki
keterampilan untuk berpikir kritis. Kritis sangatlah diperlukan. Kita tidak
hanya dituntut untuk menerima segala informasi yang masuk secara instan, namun
kita harus mencari sebab dan akibat serta data-data yang mendukung dari sebuah
informasi tersebut. Hal ini memiliki konsekuensi bahwa kita dituntut untuk
memiliki kemampuan ‘memilih dan memilah’ informasi yang baik dan benar sehingga
dapat diterima untuk memperkaya khazanah pemikirannya. Kemampuan berpikir
kritis dapat dikembangkan melalui kegiatan pembelajaran, mencakup beberapa hal,
diantaranya, membuat keputusan dan menyelesaikan semua permasalahan yang ada di
negeri ini dengan bijak. Tidak hanya itu, berpikir kritis juga akan
menghasilkan ide atau ciptaan yang kreatif dan inovatif.
KREATIF
Setelah berpikir kritis, maka akan timbul daya kreativitas
seseorang. Kreatif adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan
baru. Dari sudut pandang keilmuan, hasil dari pemikiran berdaya cipta (creative
thinking) dianggap memiliki keaslian dan kepantasan. Sebagai alternatif,
konsepsi sehari-hari dari daya cipta adalah tindakan membuat sesuatu yang baru.
Kreatif adalah memiliki persepsi yang segar dan mengalami dunia ini dengan
cara yang original, alias cara kita sendiri. Dalam pekerjaan, kreativitas dapat
membuahkan solusi yang lebih baik dalam mengelola waktu dan sumber daya lain.
Karena itulah, kreativitas dibutuhkan oleh semua orang: manajer, profesional,
pelajar, pengusaha, dan semua orang yang ingin unggul dalam bidangnya.
KONSTRUKTIF
Dengan kita berpikir kritis dan kreatif, kita juga harus Berpikir
konstruktif. Konstruktif adalah memberikan kesadaran yang bersifat membina,
membangun dan memperbaiki. Pada akhirnya, permasalahan pasti ada solusinya. Dengan
pola pikir konstruktif, kita diharapkan dapat memberi solusi yang baik,
membangun, serta sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Jadi, bukan solusi yang
menjatuhkan atau memperburuk permasalahan. Banyak sekali kerugian bangsa
terjadi di tengah perjalanan bangsa ini akibat tidak menggunakan pola pikir
yang cerdas yaitu pola pikir konstruktif. Peristiwa yang merugikan akan
selalu dan terus terjadi dengan volume kerugian yang besar bahkan dapat
menghancurkan Negara apabila bangsa ini tidak mengenal dan menjalankan pola
pikir konstruktif.
Oleh: Nailnabilla Zain 16013084-FMIPA
No comments:
Post a Comment