Friday, August 23, 2013

RESUME POLA PIKIR K3 (NAILNABILLA ZAIN)

KRITIS

Kritis adalah suatu sifat dalam hal ketajaman akan menemukan kesalahan dalam setiap permasalahan. Sifat kritis menghilangkan berbagai bentuk dominasi dan mendorong kebebasan, keadilan dan persamaan. Teori ini menggunakan metode reflektif dengan cara mengkritik secara terus menerus terhadap tatanan semua permasalahan yang ada.
“Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa”. Seperti yang kita ketahui, hingga sampai saat ini bangsa Indonesia belum dapat menghasilkan SDM yang benar benar memiliki keterampilan untuk berpikir kritis. Kritis sangatlah diperlukan. Kita tidak hanya dituntut untuk menerima segala informasi yang masuk secara instan, namun kita harus mencari sebab dan akibat serta data-data yang mendukung dari sebuah informasi tersebut. Hal ini memiliki konsekuensi bahwa kita dituntut untuk memiliki kemampuan ‘memilih dan memilah’ informasi yang baik dan benar sehingga dapat diterima untuk memperkaya khazanah pemikirannya. Kemampuan berpikir kritis dapat dikembangkan melalui kegiatan pembelajaran, mencakup beberapa hal, diantaranya, membuat keputusan dan menyelesaikan semua permasalahan yang ada di negeri ini dengan bijak. Tidak hanya itu, berpikir kritis juga akan menghasilkan ide atau ciptaan yang kreatif dan inovatif.
  

KREATIF

Setelah berpikir kritis, maka akan timbul daya kreativitas seseorang. Kreatif adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan baru. Dari sudut pandang keilmuan, hasil dari pemikiran berdaya cipta (creative thinking) dianggap memiliki keaslian dan kepantasan. Sebagai alternatif, konsepsi sehari-hari dari daya cipta adalah tindakan membuat sesuatu yang baru. Kreatif adalah memiliki persepsi yang segar dan mengalami dunia ini dengan cara yang original, alias cara kita sendiri. Dalam pekerjaan, kreativitas dapat membuahkan solusi yang lebih baik dalam mengelola waktu dan sumber daya lain. Karena itulah, kreativitas dibutuhkan oleh semua orang: manajer, profesional, pelajar, pengusaha, dan semua orang yang ingin unggul dalam bidangnya.

KONSTRUKTIF

Dengan kita berpikir kritis dan kreatif, kita juga harus Berpikir konstruktif. Konstruktif adalah memberikan kesadaran yang bersifat membina, membangun dan memperbaiki. Pada akhirnya, permasalahan pasti ada solusinya. Dengan pola pikir konstruktif, kita diharapkan dapat memberi solusi yang baik, membangun, serta sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Jadi, bukan solusi yang menjatuhkan atau memperburuk permasalahan. Banyak sekali kerugian bangsa terjadi di tengah perjalanan bangsa ini akibat tidak menggunakan pola pikir yang cerdas yaitu pola pikir konstruktif. Peristiwa yang merugikan akan selalu dan terus terjadi dengan volume kerugian yang besar bahkan dapat menghancurkan Negara apabila bangsa ini tidak mengenal dan menjalankan pola pikir konstruktif.

Oleh: Nailnabilla Zain 16013084-FMIPA

No comments:

Post a Comment