Tugas Individu : Resume K3
Nama : Prasetya Adi Nugraha
NIM : 16913062
Fakultas : FTMD
Kelompok : 84
NIM : 16913062
Fakultas : FTMD
Kelompok : 84
Ketika seseorang telah memasuki bangku kuliah,
statusnya beralih dari siswa menjadi Mahasiswa. Mahasiswa dalam tatanan
kehidupan masyarakat bukanlah lagi remaja yang labil dan perlu dituntun.
Mahasiswa seharusnya sudah dapat mengatur dan membawa diri menjadi insan yang
dewasa.
Namun dalam
praktiknya, kedewasaan tidak datang dengan sendirinya. Perlu proses dan waktu
yang tidak singkat. Salah satu hal yang mampu menjadikan seorang mahasiswa
menjadi insan yang dewasa ialah bagaimana ia memandang susatu permasalah dan
mencari pemecahan permasalaha tersebut.
Banyak sekali problematika baru yang dihadapi
mahasiswa. Permasalahan tersebut bisa berkaitan akademik, maupun non-akademik
seperti keorganisasian serta sosial kemasyarakatan. Dalam pemecahan masalah
tersebut, mahasiswa dituntut untuk dapat memberikan kontribusi yang bermutu.
Tidak asal protes namun memberikan saran yang membangun.
Dalam proses pemecahan masalah tersebut ada sebuah
pola pikir yang disebut “Pola Pikir K – 3”. K – 3 adalah Kritis, Kreatif, dan
Konstruktif. Pola pikir K- 3 inilah yang
mengantarkan mahasiswa untuk memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapinya,
baik di dalam kampus maupun di luar kampus.
Kritis adalah sifat tidak mudah percaya, selalu
berusaha menemukan kekeliruan serta tajam analisa permasalahan. Seorang yang
kritis tidak langsung menelan mentah – mentah ide yang ditemuinya, tetapi ia
menganalisa kebenaran dari ide tersebut dengan kebenaran ilmiah sebagai tolok
ukurnya.
Kritis adalah adalah
langkah yang pertama. Kritis digunakan untuk mencari akar permasalahan dari suatu peristiwa yang
terjadi. Sikap kritis inilah yang berperan dalam pencarian penyebab suatu
masalah terjadi. Dan akhirnya akan didapatkan banyak penyebab dari masalah
tersebut.
Untuk menemukan
banyak akar permasalahan tentunya kita harus memandang peristiwa yang kita
amati dari berbagai sisi. “PESTEL’ adalah singkatan dari sudut pandang biasa
dipakai oleh mahasiswa dalam memecahkan permasalahannya. “PESTEL” adalah
Politics, Economy, Technology, Environtmen, Legal. Tanpa pola pikir kritis
sudut pandang “PESTEL” tentunya tidak akan bisa membantu dalam mencari akar
permasalahan sebuah peristiwa. Pola pikir ini sangat berguna bagi mahasiswa
dalam mencari sollusi sebuah permasalahan namun tetap menjunjung tinggi nilai
orisininalitas pemikirannya.
Sudut pandang “PESTEL” ini juga membantu mahasiswa untuk menemukan akar permasalahn dari suatu peristiwa yang diadapinya. Karena bukan tidak mungkin suatu permasalahan yang terjadi berkait dengan banyak sudut pandang. Contohnya ialah permasalahan penataan PKL di DKI Jakarta. Permasalahan tersebut tidak hanya berkaitan dengan dengan sudut pandang ekomi saja melainkan juga berkaitan dengan sudut pandang lingkungan serta teknologi. Bisa saja para pedagang sudah terlanjur nyaman dengan lingkungan berdagang yang kumuh dan belum terbiasa dengan lingkungan baru yang tertata rapi.
Sudut pandang “PESTEL” ini juga membantu mahasiswa untuk menemukan akar permasalahn dari suatu peristiwa yang diadapinya. Karena bukan tidak mungkin suatu permasalahan yang terjadi berkait dengan banyak sudut pandang. Contohnya ialah permasalahan penataan PKL di DKI Jakarta. Permasalahan tersebut tidak hanya berkaitan dengan dengan sudut pandang ekomi saja melainkan juga berkaitan dengan sudut pandang lingkungan serta teknologi. Bisa saja para pedagang sudah terlanjur nyaman dengan lingkungan berdagang yang kumuh dan belum terbiasa dengan lingkungan baru yang tertata rapi.
Kreatif tidak harus
membuat sesuatu ide yang benar – banar baru. Namun kreatif juga dapat
menambahkan sesuatu yang baru pada sebuah ide lama yang sudah ada. Jadi kreatif
dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa harus membuat suatu barang atau ide baru.
Sikap kreatif inilah
yang mengarahkan mahasiswa dalam mencari solusi berbagai permasalahan yang
dihadapinya. Nantinya akan diperoleh berbagai solusi baik dalam bentuk yang
benar – benar baru maupun menambahkan ide dari solusi yang sudah ada.
Kritis dan kreatif tentunya tidaklah cukup dalam
menghasilkan sebuah solusi permasalahan yang bermutu tinggi. Karena begitu
banyak orang yang kritis dan kreatif dalam mencari-cari kesalahan namun tak
dapat memberikan solusi. Maka dari itu dibutuhkan pola pikir ketiga yaitu pola
pikir yang konstruktif.
Dalam mengahadapi beragam permasalahan, seorang
mahaisiswa tidak hanya meberikan sebuah solusi semata. Namun solusi yang
dihadirkan haruslah konstruktif dan berorientasi kedepan. Pola pikir
“Konstruktif” inilah menjadi penutup dari pemecahan masalah tersebut.
Dalam kehidupan nyata tak jarang kita bersinggungan
dengan banyak kepentingan – kepentingan orang lain. Tentunya dalam menghadirkan
sebuah solusi seorang mahasiswa juga harus mennghargai kepentingan dan hak
orang lain. Sikap tersebut juga merupakan salah satu dari pola pikir
konstruktif
Dalam menanggapi sebuah permasalahan tentunya tidak
hanya ada satu solusi yang dapat dirumuskan. Apalagi di zaman yang modern saat
ini, berbagai alternatif solusi dibutuhkan untuk menunjang pemecahan suatu
masalah. Oleh karena itu seorang mahasiswa juga dituntut bisa mengahadirkan
beragam solusi dari berbagai permasalah yang dihadapinya tentunya dengan
menggunakan pola pokir K – 3 sebagai
kuncinya.
Ketiga unsur pola pikir yaitu, kritis, kreatif, dan konstruktif tidak dapat dipisahkan dalam mengahsilkan suatu solusi dari permasalahan yang dihadapi mahasiswa. Ketiganya merupakan kesatuan yang utuh. Karena ketiganya saling bersinergi dan mengisi kekosongan diantaranya. Apabila salah satunya tidak dihadirkan, maka tentulah sebuah solusi dari suatu permasalahan patut diragukan mutu dan keefektifannya.
Untuk menguasai pola pikir K – 3 tersebut tentunya tidak bisa dikuasai dalam waktu semalam. Perlu waktu dan banyak pengalaman untuk mengasahnya menjadi tajam. Oleh karena itu seorang mahasiswa harus giat berlatih.
Setiap hari seorang mahasiswa pastinya dihadapkan pada banyak permasalahn. Untuk menjadi mahasiswa yang dewasa, apapun alasannya seorang mahasiswa tidak boleh lari dari permasalahn tersebut. Sudah seharusnyalah mahasiswa menjadi pribadi yang kuat dalam mengahdapi tantangan hidup.
Ketiga unsur pola pikir yaitu, kritis, kreatif, dan konstruktif tidak dapat dipisahkan dalam mengahsilkan suatu solusi dari permasalahan yang dihadapi mahasiswa. Ketiganya merupakan kesatuan yang utuh. Karena ketiganya saling bersinergi dan mengisi kekosongan diantaranya. Apabila salah satunya tidak dihadirkan, maka tentulah sebuah solusi dari suatu permasalahan patut diragukan mutu dan keefektifannya.
Untuk menguasai pola pikir K – 3 tersebut tentunya tidak bisa dikuasai dalam waktu semalam. Perlu waktu dan banyak pengalaman untuk mengasahnya menjadi tajam. Oleh karena itu seorang mahasiswa harus giat berlatih.
Setiap hari seorang mahasiswa pastinya dihadapkan pada banyak permasalahn. Untuk menjadi mahasiswa yang dewasa, apapun alasannya seorang mahasiswa tidak boleh lari dari permasalahn tersebut. Sudah seharusnyalah mahasiswa menjadi pribadi yang kuat dalam mengahdapi tantangan hidup.
Sebagai penutup mari kita sebagai generasi baru,
Mahasiswa ITB 2013, harus membiasakan menerapkan “Pola Pikir K – 3” dalam
setiap permasalahan yang kita hadapi.
Salam Ganesha
No comments:
Post a Comment