Friday, August 23, 2013

Tugas Individu : Resume K3
Nama                    : Prasetya Adi Nugraha
NIM                       : 16913062
Fakultas               : FTMD
Kelompok           : 84

Ketika seseorang telah memasuki bangku kuliah, statusnya beralih dari siswa menjadi Mahasiswa. Mahasiswa dalam tatanan kehidupan masyarakat bukanlah lagi remaja yang labil dan perlu dituntun. Mahasiswa seharusnya sudah dapat mengatur dan membawa diri menjadi insan yang dewasa.
Namun  dalam praktiknya, kedewasaan tidak datang dengan sendirinya. Perlu proses dan waktu yang tidak singkat. Salah satu hal yang mampu menjadikan seorang mahasiswa menjadi insan yang dewasa ialah bagaimana ia memandang susatu permasalah dan mencari pemecahan permasalaha tersebut.
Banyak sekali problematika baru yang dihadapi mahasiswa. Permasalahan tersebut bisa berkaitan akademik, maupun non-akademik seperti keorganisasian serta sosial kemasyarakatan. Dalam pemecahan masalah tersebut, mahasiswa dituntut untuk dapat memberikan kontribusi yang bermutu. Tidak asal protes namun memberikan saran yang membangun.
Dalam proses pemecahan masalah tersebut ada sebuah pola pikir yang disebut “Pola Pikir K – 3”. K – 3 adalah Kritis, Kreatif, dan Konstruktif.  Pola pikir K- 3 inilah yang mengantarkan mahasiswa untuk memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapinya, baik di dalam kampus maupun di luar kampus.
Kritis adalah sifat tidak mudah percaya, selalu berusaha menemukan kekeliruan serta tajam analisa permasalahan. Seorang yang kritis tidak langsung menelan mentah – mentah ide yang ditemuinya, tetapi ia menganalisa kebenaran dari ide tersebut dengan kebenaran ilmiah sebagai tolok ukurnya.
                Kritis adalah adalah langkah yang pertama. Kritis digunakan untuk mencari  akar permasalahan dari suatu peristiwa yang terjadi. Sikap kritis inilah yang berperan dalam pencarian penyebab suatu masalah terjadi. Dan akhirnya akan didapatkan banyak penyebab dari masalah tersebut.
                Untuk menemukan banyak akar permasalahan tentunya kita harus memandang peristiwa yang kita amati dari berbagai sisi. “PESTEL’ adalah singkatan dari sudut pandang biasa dipakai oleh mahasiswa dalam memecahkan permasalahannya. “PESTEL” adalah Politics, Economy, Technology, Environtmen, Legal. Tanpa pola pikir kritis sudut pandang “PESTEL” tentunya tidak akan bisa membantu dalam mencari akar permasalahan sebuah peristiwa. Pola pikir ini sangat berguna bagi mahasiswa dalam mencari sollusi sebuah permasalahan namun tetap menjunjung tinggi nilai orisininalitas pemikirannya.
                Sudut pandang  “PESTEL” ini juga membantu mahasiswa untuk menemukan akar permasalahn dari suatu peristiwa yang diadapinya. Karena bukan tidak mungkin suatu permasalahan yang terjadi berkait dengan banyak sudut pandang. Contohnya ialah permasalahan penataan PKL di DKI Jakarta. Permasalahan tersebut tidak hanya berkaitan dengan dengan sudut pandang ekomi saja melainkan juga berkaitan dengan sudut pandang lingkungan serta teknologi. Bisa saja para pedagang sudah terlanjur nyaman dengan lingkungan berdagang yang kumuh dan belum terbiasa dengan lingkungan baru yang tertata rapi.
                Kreatif tidak harus membuat sesuatu ide yang benar – banar baru. Namun kreatif juga dapat menambahkan sesuatu yang baru pada sebuah ide lama yang sudah ada. Jadi kreatif dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa harus membuat suatu barang atau ide baru.
                Sikap kreatif inilah yang mengarahkan mahasiswa dalam mencari solusi berbagai permasalahan yang dihadapinya. Nantinya akan diperoleh berbagai solusi baik dalam bentuk yang benar – benar baru maupun menambahkan ide dari solusi yang sudah ada.
Kritis dan kreatif tentunya tidaklah cukup dalam menghasilkan sebuah solusi permasalahan yang bermutu tinggi. Karena begitu banyak orang yang kritis dan kreatif dalam mencari-cari kesalahan namun tak dapat memberikan solusi. Maka dari itu dibutuhkan pola pikir ketiga yaitu pola pikir yang konstruktif.
Dalam mengahadapi beragam permasalahan, seorang mahaisiswa tidak hanya meberikan sebuah solusi semata. Namun solusi yang dihadirkan haruslah konstruktif dan berorientasi kedepan. Pola pikir “Konstruktif” inilah menjadi penutup dari pemecahan masalah tersebut.
Dalam kehidupan nyata tak jarang kita bersinggungan dengan banyak kepentingan – kepentingan orang lain. Tentunya dalam menghadirkan sebuah solusi seorang mahasiswa juga harus mennghargai kepentingan dan hak orang lain. Sikap tersebut juga merupakan salah satu dari pola pikir konstruktif
Dalam menanggapi sebuah permasalahan tentunya tidak hanya ada satu solusi yang dapat dirumuskan. Apalagi di zaman yang modern saat ini, berbagai alternatif solusi dibutuhkan untuk menunjang pemecahan suatu masalah. Oleh karena itu seorang mahasiswa juga dituntut bisa mengahadirkan beragam solusi dari berbagai permasalah yang dihadapinya tentunya dengan menggunakan pola pokir  K – 3 sebagai kuncinya.
                Ketiga unsur pola pikir yaitu, kritis, kreatif, dan konstruktif tidak dapat dipisahkan dalam mengahsilkan suatu solusi dari permasalahan yang dihadapi mahasiswa. Ketiganya merupakan kesatuan yang utuh. Karena ketiganya saling bersinergi dan mengisi kekosongan diantaranya. Apabila salah satunya tidak dihadirkan, maka tentulah sebuah solusi dari suatu permasalahan patut diragukan mutu dan keefektifannya.
                Untuk menguasai pola pikir K – 3 tersebut tentunya tidak bisa dikuasai dalam waktu semalam. Perlu waktu dan banyak pengalaman untuk mengasahnya menjadi tajam. Oleh karena itu seorang mahasiswa harus giat berlatih.
                Setiap hari seorang mahasiswa pastinya dihadapkan pada banyak permasalahn. Untuk menjadi mahasiswa yang dewasa, apapun alasannya seorang mahasiswa tidak boleh lari dari permasalahn tersebut. Sudah seharusnyalah mahasiswa menjadi pribadi yang kuat dalam mengahdapi tantangan hidup.
Sebagai penutup mari kita sebagai generasi baru, Mahasiswa ITB 2013, harus membiasakan menerapkan “Pola Pikir K – 3” dalam setiap permasalahan yang kita hadapi.


Salam Ganesha

No comments:

Post a Comment