Hari ini
dimulai dengan pengondisian Mahasiswa Baru ITB 2013 di Saraga sejak pukul
05.50. Kegiatan pagi dimulai dengan senam pagi. Seusai senam, para Mahasiswa
Baru ITB 2013 melaksanakan project angkatan untuk membuat tulisan
#UntukIndonesia.
Project
angkatan ini sendiri memiliki esensi mengenai perlunya kolaborasi dari para
mahasiswa ITB dalam rangka membangun Indonesia nantinya. Para Mahasiswa Baru
ITB 2013 dikondisikan untuk membuat tulisan tersebut sambil mengenakan tutup
kepala yang terdiri dari warna merah atau putih. Tergantung dari posisi yang
bersangkutan berada di huruf apa. Khusus untuk kelompok 84 karena berada di
huruf “I” dari “Indonesia”, maka kelompok 84 mengenakan tutup kepala berwarna
putih.
Setelah
berhasil membuat tulisan #UntukIndonesia, para Mahasiswa Baru ITB 2013 kemudian
mengikuti defile Open House Unit ITB 2013 di Sabuga. Seberes defile OHU
kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan shalat jumat bersama – sama.
Seusai
shalat Jumat, para Mahasiswa Baru ITB 2013 kembali ke Auditorium Sabuga untuk
mempersiapkan diri mengikuti Seminar OSKM ITB 2013.
Dalam
Seminar OSKM ITB 2013, hadir juga Apres ITB untuk bertindak sebagai pengisi
acara.
Seminar OSKM
ITB sendiri dimoderatori oleh Miss Indonesia 2011 Maria Selena. Maria Selena
sendiri merupakan Alumni ITB dari SBM.
Selain
dimoderatori oleh Maria Selena, hadir juga pembicara dalam Seminar OSKM ITB
2013 yaitu Menteri Perdagangan Republik Indonesia Gita Wirjawan, perwakilan
dari Perhimpunan Penjelajah Alam Wanadri, Ibu Tri Mumpuni, dan CEO Riset Indie
Saska.
Acara
Seminar OSKM ITB 2013 diawali dengan sambutan dari Sekretaris Jendral OSKM ITB
2013. Kemudian, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Kabinet Keluarga
Mahasiswa Institut Teknologi Bandung 2013 – 2014 Nyoman Anjani. Intisari yang
perlu dicatat dari sambutan Ketua Kabinet Nyoman Anjani adalah mengenai keadaan
kampus ganesha yang merupakan tempat bagi siapa saja untuk menuntuk ilmu
setinggi – tingginya hingga ke langit dan kemudian untuk kembali ke bumi untuk
membangun bangsanya.
Menteri
Perdagangan Republik Indonesia Gita Wirjawan merupakan pembicara pertama dalam
kegiatan Seminar Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung
pada hari jumat, 23 Agustus 2013 ini. Menteri Perdagangan Gita Wirjawan
merupakan lulusan dari Texas University dan lulusan dari program Master of
Public Administration dari Harvard University. Menteri Perdagangan Gita
Wirjawan memberi penerangan kepada para Mahasiswa Baru ITB 2013 mengenai
perlunya para mahasiswa untuk menjadi “Garuda”. Menteri Perdagangan Gita
Wirjawan menyampaikan perihal perlunya pembangunan Indonesia secara menyeluruh.
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan juga menyajikan data – data mengenai mulainya
peningkatan pembangunan di luar Pulau Jawa dan di luar Propinsi DKI Jakarta.
Hal yang menarik dari penyampaian Menteri Perdagangan Gita Wirjawan adalah
fakta bahwa ekonomi Amerika Serikat bernilai 15 Triliun, Tiongkok di atas 5
Triliun, India pada posisi 2,5 Triliun. Sedangkan Indonesia sendiri masih
bernilai 1 Triliun. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa Indonesia memiliki
potensi ekonomi yang tinggi dengan psosisi ranking ekonomi Indonesia kekinian
yang menjadikan Indonesia mampu bergabung dengan grup G – 20 di kancah global.
Kemudian
perwakilan dari Perhimpunan Penjelajah Alam Wanadri menyampaikan materi perhal
kecintaan terhadap negara. Wanadri menyebarkan semangat cinta negara melalui
presentasi mengenai Deklarasi Djuanda yang berhasil mempersatukan lautan –
lautan antarpulau di Indonesia menjadi bagian dari Negara Republik Indonesia
dan juga melalu presentasi kegiatan – kegiatan Wanadri seperti pendakian ke 7
puncak dunia.
Kemudia ada
lagi pembicara, yaitu Ibu Tri Mumpuni. Ibu Tri Mumpuni sendiri memberikan
isnpirasi kepada para Mahasiswa Baru Institut teknologi Bandung Tahun 2013
perihal semangat kesadaran bertanah air. Ibu Tri Mumpuni melalui pengalamannya
dalam menjelajahi pelosok – pelosok negeri di Indonesia menyadarkan para
Mahasiswa Baru Institut Teknologi Bandung Tahun 2013 bahwa pembangunan bangsa
belum merata dan menyentuh lapisan masyarakat terbawah dan terpencil. Ibu Tri
Mumpuni menyampaikan bahwa Mahasiswa Institut Teknologi Bandung kelak haruslah
menjadi orang yang berkontribusi bagi pembangunan Indonesia kelak. Bukan hanya
menjadi orang – orang yang mencari uang demi diri sendiri dan bekerja bagi
perusahaan asing saja.
Pembicara
terakhir terakhir yaitu Saska, CEO dari Riset Indie merupakan alumni Institut
Teknologi Bandung. Saska mendirikan Riset Indie sebagai tempat untuk menyalurkan
energinya bersama dengan kawan – kawannya untuk melakukan riset untuk
menghasilkan hal – hal yang berguna. Siska sendiri merupakan lulusan dari STEI
ITB. Siska menjelaskan mengenai proyek – proyek yang dilakukan oleh Riset Indie.
Proyek pertama adalah proyek pemasaran kamera polaroid di Indonesia. Akan
tetapi proyek ini gagal. Proyek selanjutnya adalah Proyek Animatronik. Proyek
ini mendayagunakan kemapuan rekan – rekan di Riset Indie dalam membuat sebuah
robot animasi. Kemampuan rekan – rekan di riset Indie yang terpakai dalam
pembuatan animatronik antara lain kemampuan rekan – rekan dari FSRD dan juga
dari STEI. Proyek yang terbaru yang hendak dilaksanakan oleh Riset Indie adalah
Proyek Angkot Day. Proyek ini akan
dilaksanakan pada tanggal 20 September 2013 nanti dengan cara menggratiskan
angkot pada angkot trayek Kalapa – Dago dalam rangka riset percobaan mengenai
efek dari pendayagunaan angkot secara teratur dan taat aturan terhadap para
penumpang, lalu lintas, dan bagaimana efeknya dalam kepadatan arus lalu lintas
nantinya.
Oleh : Imanta Azaki ( NIM 16713333 )
No comments:
Post a Comment