Friday, August 23, 2013

Resume Seminar OSKM ITB oleh Imanta Azaki ( NIM 16713333 )

Hari ini dimulai dengan pengondisian Mahasiswa Baru ITB 2013 di Saraga sejak pukul 05.50. Kegiatan pagi dimulai dengan senam pagi. Seusai senam, para Mahasiswa Baru ITB 2013 melaksanakan project angkatan untuk membuat tulisan #UntukIndonesia.

Project angkatan ini sendiri memiliki esensi mengenai perlunya kolaborasi dari para mahasiswa ITB dalam rangka membangun Indonesia nantinya. Para Mahasiswa Baru ITB 2013 dikondisikan untuk membuat tulisan tersebut sambil mengenakan tutup kepala yang terdiri dari warna merah atau putih. Tergantung dari posisi yang bersangkutan berada di huruf apa. Khusus untuk kelompok 84 karena berada di huruf “I” dari “Indonesia”, maka kelompok 84 mengenakan tutup kepala berwarna putih.

Setelah berhasil membuat tulisan #UntukIndonesia, para Mahasiswa Baru ITB 2013 kemudian mengikuti defile Open House Unit ITB 2013 di Sabuga. Seberes defile OHU kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan shalat jumat bersama – sama.

Seusai shalat Jumat, para Mahasiswa Baru ITB 2013 kembali ke Auditorium Sabuga untuk mempersiapkan diri mengikuti Seminar OSKM ITB 2013.

Dalam Seminar OSKM ITB 2013, hadir juga Apres ITB untuk bertindak sebagai pengisi acara.

Seminar OSKM ITB sendiri dimoderatori oleh Miss Indonesia 2011 Maria Selena. Maria Selena sendiri merupakan Alumni ITB dari SBM.

Selain dimoderatori oleh Maria Selena, hadir juga pembicara dalam Seminar OSKM ITB 2013 yaitu Menteri Perdagangan Republik Indonesia Gita Wirjawan, perwakilan dari Perhimpunan Penjelajah Alam Wanadri, Ibu Tri Mumpuni, dan CEO Riset Indie Saska.

Acara Seminar OSKM ITB 2013 diawali dengan sambutan dari Sekretaris Jendral OSKM ITB 2013. Kemudian, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Kabinet Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung 2013 – 2014 Nyoman Anjani. Intisari yang perlu dicatat dari sambutan Ketua Kabinet Nyoman Anjani adalah mengenai keadaan kampus ganesha yang merupakan tempat bagi siapa saja untuk menuntuk ilmu setinggi – tingginya hingga ke langit dan kemudian untuk kembali ke bumi untuk membangun bangsanya.

Menteri Perdagangan Republik Indonesia Gita Wirjawan merupakan pembicara pertama dalam kegiatan Seminar Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung pada hari jumat, 23 Agustus 2013 ini. Menteri Perdagangan Gita Wirjawan merupakan lulusan dari Texas University dan lulusan dari program Master of Public Administration dari Harvard University. Menteri Perdagangan Gita Wirjawan memberi penerangan kepada para Mahasiswa Baru ITB 2013 mengenai perlunya para mahasiswa untuk menjadi “Garuda”. Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menyampaikan perihal perlunya pembangunan Indonesia secara menyeluruh. Menteri Perdagangan Gita Wirjawan juga menyajikan data – data mengenai mulainya peningkatan pembangunan di luar Pulau Jawa dan di luar Propinsi DKI Jakarta. Hal yang menarik dari penyampaian Menteri Perdagangan Gita Wirjawan adalah fakta bahwa ekonomi Amerika Serikat bernilai 15 Triliun, Tiongkok di atas 5 Triliun, India pada posisi 2,5 Triliun. Sedangkan Indonesia sendiri masih bernilai 1 Triliun. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa Indonesia memiliki potensi ekonomi yang tinggi dengan psosisi ranking ekonomi Indonesia kekinian yang menjadikan Indonesia mampu bergabung dengan grup G – 20 di kancah global.

Kemudian perwakilan dari Perhimpunan Penjelajah Alam Wanadri menyampaikan materi perhal kecintaan terhadap negara. Wanadri menyebarkan semangat cinta negara melalui presentasi mengenai Deklarasi Djuanda yang berhasil mempersatukan lautan – lautan antarpulau di Indonesia menjadi bagian dari Negara Republik Indonesia dan juga melalu presentasi kegiatan – kegiatan Wanadri seperti pendakian ke 7 puncak dunia.

Kemudia ada lagi pembicara, yaitu Ibu Tri Mumpuni. Ibu Tri Mumpuni sendiri memberikan isnpirasi kepada para Mahasiswa Baru Institut teknologi Bandung Tahun 2013 perihal semangat kesadaran bertanah air. Ibu Tri Mumpuni melalui pengalamannya dalam menjelajahi pelosok – pelosok negeri di Indonesia menyadarkan para Mahasiswa Baru Institut Teknologi Bandung Tahun 2013 bahwa pembangunan bangsa belum merata dan menyentuh lapisan masyarakat terbawah dan terpencil. Ibu Tri Mumpuni menyampaikan bahwa Mahasiswa Institut Teknologi Bandung kelak haruslah menjadi orang yang berkontribusi bagi pembangunan Indonesia kelak. Bukan hanya menjadi orang – orang yang mencari uang demi diri sendiri dan bekerja bagi perusahaan asing saja.


Pembicara terakhir terakhir yaitu Saska, CEO dari Riset Indie merupakan alumni Institut Teknologi Bandung. Saska mendirikan Riset Indie sebagai tempat untuk menyalurkan energinya bersama dengan kawan – kawannya untuk melakukan riset untuk menghasilkan hal – hal yang berguna. Siska sendiri merupakan lulusan dari STEI ITB. Siska menjelaskan mengenai proyek – proyek yang dilakukan oleh Riset Indie. Proyek pertama adalah proyek pemasaran kamera polaroid di Indonesia. Akan tetapi proyek ini gagal. Proyek selanjutnya adalah Proyek Animatronik. Proyek ini mendayagunakan kemapuan rekan – rekan di Riset Indie dalam membuat sebuah robot animasi. Kemampuan rekan – rekan di riset Indie yang terpakai dalam pembuatan animatronik antara lain kemampuan rekan – rekan dari FSRD dan juga dari STEI. Proyek yang terbaru yang hendak dilaksanakan oleh Riset Indie adalah Proyek Angkot Day. Proyek ini akan dilaksanakan pada tanggal 20 September 2013 nanti dengan cara menggratiskan angkot pada angkot trayek Kalapa – Dago dalam rangka riset percobaan mengenai efek dari pendayagunaan angkot secara teratur dan taat aturan terhadap para penumpang, lalu lintas, dan bagaimana efeknya dalam kepadatan arus lalu lintas nantinya.

Oleh : Imanta Azaki ( NIM 16713333 )

No comments:

Post a Comment